Ngali-Renda Bentrok 1 Orang Meninggal

Ngalitown – ini bukan kali pertama desa Ngali dan Renda kecamatan belo,  Kabupaten Bima terlibat saling bentrok, Pertikaian kali ini mengakibatkan seorang Letnan Kolonel (Purnawirawan) TNI AD Anas Malik menjadi korban luka di punggung, tangan dan kaki, Senin (19/1) sore pukul 14.00 Waktu Indonesia Tengah. Seorang warga lainnya meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka akibat panah.
Menurut Kepala Penerangan Komando Resort Militer 162 Wirabhakti Kapten CZI Sarlan, korban Anas Malik asal Desa Ngali, menjadi korban sasaran senjata tajam dalam pertikaian antar warga tersebut sewaktu melewati lokasi kejadian. Kini sedang dalam perawatan di RSU Bima. ‘’Korban sudah dibawa ke rumah sakit,’’ katanya.
Korban lainnya asal Desa Ngali adalah Umar, 18 tahun, pelajar SMA yang terkena panah di hidungnya. Sedangkan dari Desa Renda, M Ali, 30 tahun, terkena tembakan di bagian dada sebelah kanan dan Fathulah juga terkena tembakan di bagian kaki. ‘’Informasinya belum kami peroleh secara detil,’’ kata Sarlan, Senin (19/1) malam.
Perkembangan terakhir dua peleton Dalmas Polres Bima dan Brimob dikerahkan ke lokasi kejadian untuk berjaga-jaga.
Sumber lainnya lainnya mengabarkan bahwa bentrokan antar dua desa yang terjadi sekitar pukul 11.30 Wita tersebut juga menyebabkan Ibnu (22) terkena anak panah di atas hidung berikut Anwar (22) mengalami luka pada bagian paha, keduanya adalah warga desa Ngali dan kini dirawat di Puskesmas Ngali. Seorang warga Desa Renda juga diberitakan meninggal namun belum diketahui namanya.
Asal usul pertikaian antar dua desa tersebut berawal tatkala beberapa hari yang lalu ada salah seorang warga Desa Ngali dibacok menggunakan senjata tajam oleh warga Desa Renda. Satu jam kemudian kembali salah seorang warga Ngali dianiaya oleh warga Desa Renda di Desa Renda. Tiga jam kemudian mantan ketua Dewan Pimpinan Desa (DPD) Desa Ngali dilempar olah warga Desa Renda hingga mengalami patah kaki.
Menyusul pada Minggu malam lalu salah seorang anggota Polisi Pamong Praja bernama Sunardi (37) warga Desa Renda yang bertugas jaga di kantor Camat Palibelo dihadang oleh sekelompok orang di Desa Ngali dan kena sabetan senjata tajam dan sekarang dirawat di RSU Bima.(lomboknews.com)

Iklan

6 Tanggapan

  1. innalillaah…

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Apakah tidak ada upayah dari pemerintah Kabupaten Bima (Bpk. ferry) untuk menncegah terjadinya bentrok antara desa ini…??? soalnya kita sesama umat Muslim dilarang saling membunuh antara satu sama lain. Sudah dua kali bentrok antara Desa Ngali dan Desa Rendah, Saya harap kepada Tim Polres Bima secepat nya dapat menangani kejadian ini agar tidak terjadi korban yang berjatuhan. Saya Dengar dari orang tua saya Di Desa ngali awal dari bentrok ini adalah gara2 anak sekolah yang main bola dan kemudian tawuran. Pada tawuran tersebut suda di selesai oleh pihak Guru. terus kenapa Warga Desa Renda Memukul Warga Desa Ngali…? Coba di jelaskan dan saya belum mengerti dari situ…???

  3. untuk mrnyelesaikan pertikaian antara dua desa tersebut, baik aparat Penda dan kepolisian jangan pasif, mereka harus aktif sesuaidengan fungsinya masing-masing, untuk polisi sebagai aparat yang berwenang dan bertugas untuk itu wajib melakukan tindakan sesuai dengan tugas dan kewenangnya, dalam kasus ini polisi udah jelas mengetahui kalau warga masyarat tersebut ada yang menguasai dan mempergunakan senjata tajam dan senjata api bahkan telah membawa korban yang meninggal dunia,ini udah masuk dalam tindakan kriminal murni lalu pertanyaanya apa pekerjaanya Kapolres bima tersebut kenapa pelaku tindak pidana tersebut tidak ditindak secara hukum, kenapa sampai hari ini kedua desa tersebut dibiarkan dalam keadaan yang mencekam, sayapikir dalam hal ini tidak ada alasan “takut”dan kalau sampai ada alasan itu dengan sangat tegas saya dan seluruh masyarakat bima yang peduli dengan penegakan hukum mempersilakan kepada kapolres untuk mundur dari jabatan itu, dan atau kalau ada alasan lainya maka alasan itu wajib untuk dikesampingkan, ingat sesuai dengan program Kapolri kita sekarang “tangani semua masalah hukum dalam koridor hukum setelah itu baru adakan upaya lainya”.
    apa yang sedang diupayakan sekarang oleh para aparat untk menyelesaiakan pertikaian tersebut dengan cara persuasif menurut saya tidak akan jalan dan kalaupun sampai ada kesepakan damai maka kesepakan tersebut akan menjadi “bom” yang pasti akan meletus lagi dengan tanpa polisi mampu mendeteksi siapa pemegang pemicunya. terima kasih semoga menjadi pemasukan yang berarti untuk penyelesaian pertikaian kedua desa..amin

  4. wah, sempat juga nonton beritanya semalam di Global tv. Miris juga melihat kekerasan masih menjadi solusi dari masalah kemasyarakatan,

  5. Assalamualikum warahmatullahi wabarakatu…!!!

    Saya ucapkan banyak2 terimah kasih kepada Pemerintah Kab. Bima dan Kapolres Bima karena bekerja sebaik2 mungkin, dan kedua Desa tersebut sudah bersepakat untuk berdamai. Dan tidak pula kita Ucapkan Syukur kepada Allah SWT. yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah nya kepada kita semua. Sehingga kita dapat melakukan aktifitas kita sehari hari. Dan saya dukung keputusan dari Pemerintah Kab. Bima kerena sudah buat kesepakatan yang mestinya berlaku untuk semua Umat manusia di Dunia. kesepakatan tersebut adalah ” apabila dari kedua desa tersebut membuat mesalah atu keributan lagi di tembak mati”.

    wassalmualaikum warahmatullahi wabarakatu…!!!

  6. Sedih juga, dengar tawuran antardesa Ngali dengan Desa Renda. Lebih sedih lagi, karena purnawirawan yang terluka adalah teman saya, Letkol Anas Malik, alumnus SMA Negeri Bima angkatan tahun 1969. Mudah-mudahan saja tawuran seperti ini tidak terulang lagi.
    Wassalam alaikum wr.wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: